Thursday, May 28, 2009

Hair Cut, Kenzie potong rambut ketiga kali


November 2008, lupa tepatnya tanggal berapa, I had my Kenzie hair's cut. Sampai sekarang sudah tiga kali dia ngalamin potong rambut. Pertama waktu aqiqah, Juli 2008. Waktu itu rambutnya cuma dipotong dikit, di bagian kiri, kanan, n belakang. Kedua, ini yang paling 'dramatis', cos dipotong semua alias gundul.

Sejak lahir emang rambutnya yang paling banyak menarik perhatian orang, siapapun yang ngeliatnya. Kakaknya, Tiara, juga lebat rambutnya sewaktu lahir. Sampai perawat2 pun gemas men-style dia dengan gaya mirip mohawk, deket2 BA Baracus alias Mr. T. Kalo Kenzie, g cuma lebat seperti akkaknya, tapi jg gondrong. Udah gitu, gondrongnya bener2 njebrag di bagian atas, jadi kayak surai singa. Aku aja sampai bingung gimana nyisirnya,.. di mana belahannya,.. hehe...

Akhirnya setelah melewati banyak pertimbangan dan waktu yang panjang, aku bawa dia ke salon dekat rumah untuk dibotakin. Harapannya, semoga tumbuhnya nanti lebih bagus 'komposisinya', tapi gak kalah bagus dengan sebelumnya. Masih tersisa juga sih, rasa gak tega. Apalagi ingat dulu Tiara waktu digundul pun serasa menjadi 'seseorang' (bayi) yang lain...

Teng ting teng... Here he comes... Ehmm, ternyata not bad... Yang jelas, dia yg memang dah dijuluki kayak Jepun sejak lahir, tambah kayak Nippon deh. Yang jelas (lagi), tetep cute n bikin jatuh hati... Gak nyampe dua bulan, rambut udah memenuhi kepalanya lagi. Lucu juga, kayak memang sengaja dipotong model cepak.

Cukur ketiga, sengaja kutunda2 sampai rambutnya agak panjangan. Pertimbangannya, setelah dibotakin itu kan rambutnya numbuh kayak landak (tapi g tau knp tetep kliatan modis.. malah banyak yang bilang kayak cukur bros model anak muda sekarang, hehe...) jadi pengennya agak panjang dulu biar lebih 'lemes', baru deh cari model.

Nah, si adek ini cukurnya pas tanggal 3 May, persis his father's Birthday. Untungnya dia bener2 kooperatif. Selama dicukur gak rewel. Paling pas terakhir aja agak bete, mungkin bosen. Untung sebelum berangkat udah bobok bentar n minum susu. Sayang kakaknya g bisa liat proses cukur adeknya, krn msh les Inggris deket rumah. Aku hanya ditemani Umi. Dia lumayan helpful juga, bisa bantu 'nylimur' Kenzie waktu cukur, jadi Kenzienya agak cool n gak ribut.

Pulang cukur, aku pergi lagi jemput Tiara les Inggris, trus ke Purwacaraka buat another course. Pulangnya kami belanja bulanan. Nah, si kakak punya ide tiba2, menghadiahi adeknya mobil2an. Pdhl K belum bagus banget keseimbangan tubuhnya pas duduk. tapi... gpp lah. We'll see.

Agak malam kami nyampe rumah. Sebelumnya, di Giant Tiara dah sibuk ngajak pulang. Pokoknya habis beli mobil2an n makan, dia terus bujukin aku untuk pulang. Katanya, "Gak sabar, Bu, liat adek naik mobil barunya. Pasti seneng!" Bener juga. Biar pun dah jam 9malem n Kenzie dah mapan tidur, liat kakaknya pulang plus mobil2an baru, Langsung deh Kenzie kayak didopping, hehe... Itu anak dua mainaaaan terus. Malah kakaknya ikutan naik mobil,... Duhhh! :)

Jadi deh, ultah Bapaknya, adek yg dandy-trendy, dapat hadiah, lagi!!!

Thursday, May 7, 2009

Cobra Museum Amstelveen

My mind was wandering.
Tau2 aja inget Cobra Museum, di pojokan salah satu jalan di Amstelveen.
Pas berencana ke sana lebih dua tahun yang lalu, kupikir ada sangkut paut dengan cobra or kind of it. Ternyata... CoBrA stands for Copenhagen, Brussel, Amsterdam, asal para seniman yang berkomitmen bersama untuk menegakkan aliran modern art. Silahkan kunjungi link berikut: untuk versi bahasa Inggrisnya.

Aku beruntung, pas ke sana sedang ada event khusus, pameran lukisannya Picasso. Jadi sekali mendayung sepeda, dua hal didapat.

Oya, di saat yang sama, ada satu ruang yang khusus dipakai untuk seni selain lukis, yaitu musik. Saat itu ada konser, ... Bukaann.. bukan...(to be cont)

Aku dan Prita, temanku, masuk pakai museumkart, yang bisa didapat dengan harga sekitar 30E. Untuk jongen di bawah 21 th (atau 25 ya?), malah cukup dengan 19an euro. Kartu ini berlaku untuk setahun. Bisa dipakai masuk ke ratusan museum di seluruh penjuru Belanda yang listed di link tadi, FOR FREE (ding... ding... ding... :D). Buat penggemar museum it's worth the price. Sekali masuk museum yang biasa2 aja sekitar 5 uero, yang bagusan/lumayan terkenal 10euro-an.

Kalo tinggal di Amsterdam, sekali muterin museumplein sambil keluar masuk Rijk museum dan van Gogh museum aja dah hampir balik modal, hehe. "Penggemar museum" yang di paragraf tadi, jangan diasosiasikan dengan para 'seriuser' yang (terutama di Ind sini) image nya lekat dengan pengunjung museum dan pameran yang bermuka serius, secara yang dilihat di museum sini memang hal-hal yang cenderung serius. Di sana korek api dan tas (aneka tas dari hand bag sampai dengan tas belanja) juga jadi penghuni museum.

Buatku, mengunjungi museum (terutama di Belanda sini) merupakan salah satu cara lebih mengenal budaya dan menjumpai hal-hal unik yang mungkin gak mudah kujumpai di keseharian. Kadang barang itu lebih 'jujur' bercerita, lho.

(dilanjut nanti yaa...)